PahamTekno.com – Dunia teknologi lagi-lagi rame gara-gara kabar tak biasa, beberapa pengguna melaporkan bahwa akses ChatGPT dan Microsoft Copilot melalui WhatsApp tiba-tiba diblokir. Bot yang selama ini berjalan mulus, mendadak nggak bisa dipakai. Pesan gagal terkirim, balasan tidak muncul, dan beberapa nomor layanan pihak ketiga bahkan ditandai sebagai “dibatasi”.
Tentu saja, berita ini langsung bikin heboh. Banyak pengguna yang selama ini mengandalkan WhatsApp AI bot untuk kerja, sekolah, atau sekadar iseng-iseng tanya AI. Pertanyaannya: apa sih sebenarnya yang sedang terjadi? Kenapa ChatGPT dan Copilot seolah ‘ditendang’ dari WhatsApp?
Kenapa ChatGPT Bisa Ada di WhatsApp?
Sebelum masuk ke inti masalah, kita harus tahu dulu: ChatGPT sebenarnya tidak punya fitur resmi untuk WhatsApp. OpenAI belum pernah merilis “ChatGPT WhatsApp Bot Official”.
Yang dipakai orang selama ini adalah layanan:
- Pihak ketiga (third-party developer)
- Bot gateway
- Layanan nomor virtual
- Sistem forwarding API
Dengan kata lain, mereka adalah pengembang mandiri yang menghubungkan API OpenAI ke nomor WhatsApp, lalu menjual atau membuka aksesnya ke pengguna. Ini legal? Ya, selama mengikuti aturan API. Tapi di sisi WhatsApp, tidak semuanya dianggap “resmi”.
WhatsApp Mulai Lebih Ketat: Bot Tak Resmi Kena "Tendang"
Dalam beberapa minggu terakhir, WhatsApp (yang berada di bawah Meta) mulai melakukan pembersihan besar-besaran. Banyak layanan bot otomatis tiba-tiba dibatasi karena dianggap:
- Pelanggaran automation policy
- Menggunakan nomor pribadi untuk bot massal
- Membuat layanan tanpa lisensi WhatsApp Business API
- Trafik dianggap mencurigakan atau terlalu otomatis
Nah, sebagian besar layanan ChatGPT WhatsApp tadi masuk kategori ini. Akibatnya, banyak nomor gateway yang diblokir atau dinonaktifkan.
Bagaimana dengan Copilot?
Kasus Copilot mirip dengan ChatGPT. Microsoft sendiri tidak pernah merilis bot Copilot resmi untuk WhatsApp. Semua layanan Copilot di WhatsApp adalah:
- Bot AI pihak ketiga
- Server self-hosting
- Integrasi API mandiri
Ketika WhatsApp memperketat sistem anti-bot, layanan Copilot ikut kena imbasnya.
Apakah WhatsApp Melarang AI?
Ini pertanyaan yang cukup sensitif, tapi jawabannya adalah: tidak. WhatsApp tidak melarang AI.
Yang dilarang adalah:
- Bot tanpa izin resmi
- Nomor non-API yang dipakai untuk chatbot otomatis
- Aktivitas massal yang masuk kategori spam
- Gateway yang melanggar TOS WhatsApp
Meta sebenarnya mendukung AI integration, tapi mereka ingin bot berjalan melalui:
- WhatsApp Business API resmi
- Meta Cloud API
Bukan jalur alternatif yang rawan abuse.
Apa Benar Ada Unsur Persaingan AI?
Banyak netizen langsung spekulasi:
“Jangan-jangan Meta nggak mau ChatGPT atau Copilot makin populer di platform mereka?”
Tapi kalau dilihat dari kebijakan Meta selama ini, mereka sebenarnya cukup terbuka dengan ekosistem AI. Bahkan Meta sendiri sedang mengembangkan Llama dan Meta AI yang rencananya juga akan hadir di WhatsApp secara global.
Namun untuk memastikan integritas platform, Meta jelas ingin semua bot AI berjalan melalui jalur resmi.
Apa Dampaknya ke Pengguna?
Banyak banget pengguna yang terdampak. Terutama:
- Pelajar yang menggunakan ChatGPT via WhatsApp
- Pekerja yang butuh AI cepat tanpa membuka laptop
- Bisnis kecil yang menggunakan bot AI untuk membalas pelanggan
- Content creator yang pakai bot untuk brainstorming
Dengan diblokirnya layanan tersebut, sebagian pengguna kehilangan akses harian ke chatbot favorit mereka.
Apakah Ini Sementara?
Biasanya, kasus seperti ini memang bersifat sementara. Karena nomor gateway atau server bot akan mencari solusi baru dan membuat sistem yang lebih sesuai aturan Meta.
Bahkan beberapa penyedia bot ChatGPT WhatsApp sudah memberikan pengumuman bahwa mereka sedang:
- Memigrasikan sistem ke WhatsApp Business API
- Menambah metode verifikasi
- Mengganti nomor gateway
Jadi kemungkinan besar layanan akan kembali pulih dalam beberapa hari atau minggu mendatang.
Bagaimana Cara Aman Menggunakan ChatGPT di WhatsApp?
Jika kamu ingin tetap memakai ChatGPT melalui WhatsApp, pastikan bot tersebut:
- Memakai WhatsApp Business API resmi
- Memiliki domain dan website yang jelas
- Terhubung langsung ke API OpenAI
- Bukan nomor random +1 atau +62 yang tidak jelas
Atau, alternatif paling aman:
- Pakai ChatGPT resmi dari aplikasi
- Pakai versi web resmi: chatgpt.com
- Pakai aplikasi Copilot resmi dari Microsoft
Jadi, Apa Simpulan dari Semua Ini?
Kesimpulannya:
- ChatGPT dan Copilot tidak diblokir oleh WhatsApp.
- Yang diblokir adalah layanan bot pihak ketiga yang tidak sesuai aturan.
- WhatsApp memperketat sistem anti-bot untuk menghindari spam dan penyalahgunaan.
- Layanan kemungkinan akan kembali setelah penyesuaian.
Ini bukan perang antara platform AI. Ini lebih ke WhatsApp yang ingin menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna.
Di sisi lain, kejadian ini membuktikan bahwa AI makin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bayangkan bot AI di WhatsApp saja bisa bikin heboh satu internet.
Bagaimana menurut kamu? Harusnya WhatsApp lebih longgar atau justru lebih ketat?


1 Comments
Biasalah meta ai
ReplyDelete