Registrasi SIM Pakai Wajah Mulai 2026: Kenapa Bukan Sidik Jari atau OTP?

Pahamtekno.com - Kebijakan registrasi kartu SIM wajib pakai pengenalan wajah mulai 2026 menimbulkan satu pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengapa pemerintah memilih verifikasi wajah? Mengapa bukan sidik jari yang selama ini sudah digunakan?

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai bahwa verifikasi berbasis wajah adalah metode paling efektif, akurat, dan relevan untuk menghadapi tantangan kejahatan digital saat ini.

OTP Dinilai Sudah Tidak Efektif

One Time Password (OTP) selama ini digunakan sebagai lapisan keamanan tambahan. Namun dalam praktiknya, OTP justru menjadi salah satu celah terbesar dalam kasus penipuan digital.

Banyak modus kejahatan seperti scam call, social engineering, phishing, dan smishing berhasil karena korban tanpa sadar memberikan kode OTP kepada pelaku.

Menurut pemerintah, OTP:

  • Mudah dimanipulasi melalui rekayasa sosial
  • Tidak membuktikan identitas pemilik kartu secara fisik
  • Hanya mengamankan perangkat, bukan orangnya

Karena itu, OTP dianggap tidak cukup kuat jika digunakan sebagai metode utama dalam registrasi kartu SIM.

Kenapa Bukan Sidik Jari?

Sidik jari sebenarnya juga termasuk data biometrik. Namun, metode ini memiliki sejumlah keterbatasan jika diterapkan secara nasional untuk registrasi SIM.

Beberapa kendala sidik jari antara lain:

  • Tidak semua ponsel memiliki sensor sidik jari
  • Kualitas sensor berbeda-beda
  • Sulit digunakan pada kondisi tertentu (jari basah, rusak, atau pekerja lapangan)
  • Proses integrasi lintas perangkat lebih kompleks

Selain itu, data sidik jari belum seuniversal data wajah yang sudah tersimpan rapi dalam basis data kependudukan nasional.

Keunggulan Verifikasi Wajah Dibanding Metode Lain

Pemerintah menilai pengenalan wajah (face recognition) memiliki banyak keunggulan dibanding metode verifikasi lainnya.

  • Lebih akurat karena langsung terhubung dengan data biometrik Dukcapil
  • Sulit dipalsukan jika dilengkapi liveness detection
  • Tidak bergantung pada perangkat khusus
  • Mengikat langsung ke identitas seseorang, bukan hanya ke nomor atau ponsel

Dengan teknologi ini, satu wajah hanya bisa digunakan oleh satu identitas yang sah. Hal ini menutup celah pendaftaran kartu SIM massal menggunakan data orang lain.

Terintegrasi dengan Database Dukcapil

Alasan utama pemerintah memilih wajah adalah karena data biometrik wajah sudah tersedia dan terstandarisasi di Dukcapil.

Dalam sistem ini:

  • Data wajah tidak disimpan oleh operator
  • Operator hanya melakukan proses pencocokan
  • Data tetap berada di bawah pengelolaan pemerintah

Skema ini dinilai lebih aman dibandingkan menyebarkan data biometrik ke banyak pihak swasta.

Mengikuti Tren Keamanan Digital Global

Penerapan verifikasi wajah juga sejalan dengan tren global. Sejumlah negara telah lebih dulu menerapkan biometrik untuk registrasi kartu SIM sebagai upaya memerangi kejahatan digital.

Pemerintah Indonesia menilai langkah ini penting agar sistem telekomunikasi nasional tidak tertinggal dalam menghadapi ancaman siber lintas negara.

Apakah Data Wajah Aman?

Isu privasi menjadi perhatian utama masyarakat. Menanggapi hal ini, pemerintah menegaskan bahwa sistem registrasi SIM berbasis wajah akan dilengkapi dengan:

  • Enkripsi tingkat tinggi
  • Teknologi liveness detection
  • Audit dan sertifikasi sistem
  • Pengawasan ketat oleh regulator

Tujuannya adalah memastikan bahwa data biometrik tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum perlindungan data pribadi.

Kesimpulan

Keputusan pemerintah memilih verifikasi wajah dibanding sidik jari atau OTP didasarkan pada aspek akurasi, keamanan, ketersediaan data, dan efektivitas jangka panjang.

Meski menuai pro dan kontra, registrasi SIM berbasis face recognition dipandang sebagai solusi paling realistis untuk menekan penyalahgunaan identitas dan kejahatan digital di Indonesia.

Dengan implementasi bertahap dan pengawasan yang ketat, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem komunikasi yang lebih aman dan terpercaya.

0 Comments